Beranda » Buku » Penerbit Darul Haq » Hukum dan Fikih » HUKUM TAHLILAN DAN PERAYAAN HAUL

HUKUM TAHLILAN DAN PERAYAAN HAUL

DISKON 20% Kode: SR1142 Stok: Tersedia
Berat 79 gram
Kondisi Baru
Kategori Hukum dan Fikih, Penerbit Media Tarbiyah
Dilihat 69 kali
Diskusi Belum ada komentar
Bagikan

HUKUM TAHLILAN DAN PERAYAAN HAUL

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lanjut Belanja
Checkout
Rp 16.000 Rp 20.000
Hemat Rp 4.000
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Fast Order
HUKUM TAHLILAN DAN PERAYAAN HAUL
Rp 16.000 Rp 20.000
Tersedia / SR1142

Detail Produk HUKUM TAHLILAN DAN PERAYAAN HAUL

Di tanah air Indonesia ini, sudah biasa mendengar tahlilan biasanya berupa acara keselamatan kematian yang sudah ditentukan bacaan, waktu dan jumlahnya.Begitu pula perayaan haul seorang syaikh, wali, sunan, kiai, habib, atau tokoh lainnya bukanlah hal yang asing bagi kebanyakan kita. Di pinggir-pinggir jalan sering dipajang spanduk bertuliskan “Hadirilah acara peringatan haul Syaikh—fulan—yang ke—sekian kalinya.”

Acara haul sudah merupakan upacara ritual seremonial yang biasa dilakukan oleh umumnya masyarakat Indonesia untuk memperingati hari kematian seseorang. Awalnya, acara ini biasanya diselenggarakan setelah proses penguburan, kemudian berlanjut setiap hari sampai hari ke-7. Lalu diselenggarakan lagi pada hari ke-40 dan ke-100. Untuk selanjutnya acara tersebut diadakan tiap tahun di hari kematian si mayit atau yang masyhur dikenal dengan “haul” yang berarti “tahun” dalam bahasa Arab.

Perayaan haul dengan berbagai variasi acaranya cukup memukau banyak kalangan, dihadiri oleh para tokoh agama dan petinggi daerah. Masyarakat pun berjubel-jubel antusias menghadirinya dengan berbagai macam keyakinan dan tujuan hingga tanpa disadari acara ini seakan menjadi suatu kelaziman. Konsekuensinya, bila ada yang tidak menyelenggarakan acara tersebut berarti telah menyalahi adat dan akibatnya diasingkan dari masyarakat. Bahkan, lebih jauh lagi, acara tersebut seolah-olah membangun opini muatan hukum yaitu sunnah atau wajib dikerjakan, dan sebaliknya bid’ah dan salah bila ditinggalkan.

Hal yang sangat mengherankan adalah kurangnya usaha banyak orang untuk mencari kebenaran tentang status hukum perayaan ini ditinjau dari sudut pandang syari’at Islam yang mulia. Oleh karena itu, penting sekali adanya penjelasan secara ilmiah dan komprehensif tentang masalah yang menjadi pro dan kontra ini sehingga tidak menyisakan celah-celah perdebatan dan keraguan pada masyarakat kaum muslimin tentang hakikat perayaan ini. Berikut ini adalah usaha sederhana dari hamba yang lemah ini untuk mengupas masalah ini. Semoga bermanfaat.

Ditambahkan pada: 2 February 2021
Produk Terkait
Diskusi Produk (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Toko Kami

Toko Online Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah
https://toko.sofyanruray.info

Malaka Terrace no. 14 Cilangkap Jakarta Timur – DKI Jakarta, Indonesia
E-mail: [email protected]

Live Chat
Online Senin-Jum’at (07.30 – 16.00) WIB                                                     Sabtu (07.30 – 11.30)  WIB

Chat via Whatsapp
Admin_Toko
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Admin_Toko
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja